Oleh: penathl | Oktober 29, 2011

MENGHITUNG PERKIRAAN PRODUKSI PADI

MENGHITUNG PRODUKSI PADI
Penulis : THL TANGERANG ( THL TBPP DEPTAN TANGERANG )

Pada tulisan sebelumnya ( MENGHITUNG PERKIRAAN PRODUKSI PANEN PADI ) saya sudah menjelaskan cara menghitung perkiraan hasil tanaman padi.

Petama, Ubinan 2,5 m x 2,5 m.
Untuk model ubinan ini, pada tulisan selanjutnya saya sudah menulis atau merevisi lagi ada cara yang lebih baik.

Kedua, Menghitung 4 faktor penting
Kita harus menghitung :
– Jarak tanam sehingga diketahui jumlah rumpun/ha
– Jumlah anakkan
– Jumlah butir per malai
– Jumlah 1000 butir per gram

Pada kesempatan kali ini, saya akan memperbaiki cara melakukan ubinan model ini.
– tentukan jarak tanamnya
– tentukan 2 rumpun padi secara acak
– hitung jumlah anakkannya. Hitung jumlah anakkan yang ada malainya. Bila dalam satu rumpun ada 18 anakkan yang ada malainya.
– hitung seluruh biji dalam rumpun itu dan dibagi rata dengan jumlah malai. Misalkan rumpun 1 ada 2100 butir/rumpun. maka rata-rata per malai adalah 116 butir. atau bisa kita ambil 3 malai saja, yang pendek, sedang dan panjang. kita hitung jumlahnya dan dibagi 3, maka hasilnya 116 butir
– rumpun 2 ada 14 anakkan 1800 butir/rumpun. maka rata-rata per malai adalah 128 butir
– hitung berat 1000 butir GKP ( 30 gram )

Rumus Hasil = jumlah rumpun x jumlah anakan x butir per malai x berat per 1000 butir

Hasil untuk rumpun 1
= 160.000 x 18 x 116 x 30/1000
= 10022400 gram
= 10022,4 kg
= 10,022 ton/Ha GKP

Hasil untuk rumpun 2
= 160.000 x 14 x 128 x 30/1000
= 8601600 gram
= 8602 kg
= 8,602 ton/Ha GKP

Hasil Perkiraan Panen, kita ambil hasil rata-rata
= ( 10,022 + 8,602 ) : 2
= 9,312 ton/ha GKP

Oleh: penathl | Oktober 29, 2011

MENGOLAH SAWAH UNTUK TANAMAN PADI

PENGOLAHAN LAHAN PADI SAWAH
Penulis : THL TANGERANG ( THL TBPP DEPTAN TANGERANG )

Hari ini, ada 3 petak sawah sedang diolah oleh kuli traktor. Sawah itu milik Pak Sarjan. Luas lahan 3 petak sawah sekitar 6000 m2. Lahan sawah itu sedang dibajak dengan hand traktor.

Di sudut sawahnya ada bibit padi yang sudah berumur 18 hari. Kalau tidak cepat dibajak, bisa jadi bibit padi yang sudah disebar itu akan ditanam lebih dari 20 hari.

Tak berapa lama, 2 insan THL datang menemui pak Sarjan. Pak sarjan segera menghampiri mereka.
“ ohh pak mantri,”
“ sedang apa, pak sarjan?” salah seorang thl yang bernama dedih bertanya. Sedangkan temannya yang satu lagi bernama Pak Ruhli, dia melihat bibit padi di pojok sawah
“ ini pak mantri, lagi olah lahan. Soal bibit dah 18 hari. Kalo telat dikit bisa-bisa ditanamnya lewat 20 hari nih”
“ memang seperti ini tiap tahun keadaannya, pak sarjan”
“ sebagaian besar memang seperti ini, kebut dibajaknya. Paling lusa besok baru bisa ditanam”
“ kalau menurut bapak, proses seperti ni sudah betul apa belum?”
“ abis mau bagaimana lagi pak mantri, traktor cuma satu”
“ karena cuma 1 trakktor, makanya bisa disiasati pak”
“ caranya bagaimana pak mantri?”

Pada kesempatan ini, saya akan membahas tentang pengolahan tanah padi sawah. Yang dimaksud Pengolahan Lahan adalah proses membalik tanah dari lapisan bawah tanah ke permukaan tanah agar terjadi proses pertukaran aliran udara, air bisa meresap masuk dan sinar matahari masuk kedalamnya. Pada saat yang sama, sisa-sisa jerami atau rumput pada lapisan atas berada dibawah agar terjadi proses pembusukan.

Proses pengolahan pada padi sawah ini biasanya diawali dengan mengalirkan air ke dalamnya. Setelah beberapa hari tanah sawah dikeringkan. Setelah itu, proses selanjutnya adalah tanah tersebut dibalik. Proses pembalikan tanah itu bisa dengan banyak cara, salah satunya adalah dengan hand traktor.
Bila menggunakan handtraktor, proses membalik tanah ini bisanya seperti spiral, memutar dengan menyempit. Oleh sebab itu biasanya, tanah padi sawah perlu dipacul kembali pada bagian-bagian sudutnya atau pinggirnya.

Setelah proses in selesai, sebaiknya ditambahkan pupuk kandang. Kebutuhan pupuk kandang minimal 1-2 ton pe hektar. Lebih baik lagi diberikan jerami padi yang telah dikompos. Atau bisa juga dimasukan sekam padi hasil atau gabah. Semakin banyak semakin baik.

Selanjutnya tanah kembali diratakan, agar proses percampuran lapisan tanah dan bahan organik atau sekam ini dapat terurai dengan baik. Biarkamlah proses ini berlangsung selama 15-20 hari. Jadi setelah bibit berumur < 20 hst, lahan sawah juga sudah siap ditanami. Boleh dibilang lahan sawah tersebut sudah sehat.

Setelah 15-20 hari setelah proses percampuran tersebut, lahan sawah yang telah di balik dan dicampurkan (baca digemburkan) diproses kembali. Proses itu dinamakan pelumpuran lahan.

Bila benih yang kita hasilkan sudah sehat, maka akan bertambah subur bila tanah sawah yang kita akan tanami bibit-bibit tersebut juga tanah sehat.

PENGOLAHAN LAHAN TEMPAT PERSEMAIAN
Selama menunggu proses penguraian lahan sawah selesai, sebaiknya kita membuat tempat persemaian. Rekomendasi tempat persemaian yang baik adalah 4-5 % dari luas lahan yang akan kita tanam. Kalau kita mempunyai lahan 1 hektar maka tempat perseamaian yang akan kita buat minimal 400 – 500 m2. Bila petani punya lahan ½ ha maka diperlukan sekitar 200-250m2.

Untuk tempat pembibitan ini, harus kita perhatikan.
Pertama, lihat arah matahari. Arah temapat pembibitan ini harus menghadap timur dan barat. Mengapa? Jawabannya, supaya sinar matahari maksimal merata sampai ke semua tanaman, terutama pada bagian bawah tanaman.

Kedua, Jangan terhalang pohon lain.

Ketiga, Lebar tempat pembibitan. Sesuai rekomendasi, bila kita beli benih kemasan (label biru) biasanya ada petunjuk teknis pembibitan. Lebar tempat pembibitan tersebut 1,1-1,2 meter. Dan tak boleh lebih dari 1,5 m. Sedangkan buat panjangnya disesuiakan dangan panjang sawah si petani. Untuk mudahnya, tempat pembibitan yang baik sama seperti kita menanam pohon bayam/kacang tanah dll. Ada jarak yang lowong.

Keempat, berikan juga pupuk kandang atau bahan organik yang sudah jadi untuk tempat pembibitan ini. Ukurannya bisa 50-100 kg per 400 m2.

Kelima, berikan pupuk npk kujang//ponska sebanyak 1 sendok maka per 1 m2. Kalau 1 sendok ukurannya adalah 15 g maka untuk 400 meter adalah 6000 g atau 6 kg. Pupuk organic dan pupuk NPK bisa dicampurkan dan disebar merata pada permukaan tempat pembibitan. Setelah itu permukaan lahan yang akan ditanami diratakan.

Keenam, benih siap ditaburkan ke tempat persemaian.

Ketujuh, Taburkan/sebarkan 1-2 genggam benih yang ada di tangan kita untuk setiap 1 meter persegi.

Kedelapan, tanamlah bibit-bibit tersebut dibawah 20 hst, sebab makin muda bibit ditanam maka semakin banyak anakannya.

Oleh: penathl | Oktober 29, 2011

MENGENAL PADI INPARI-11

CIRI-CIRI VARIETAS PADI INPARI-11
Penulis : THL TANGERANG ( THL TBPP DEPTAN TANGERANG )

PADI INPARI 11
Varietas Padi – Padi Inpara dan Inpari
Asal persilangan : Cisadane/IR54742-1-19-11-8
Kelompok :————————————–
Nomor Seleksi : BP1178-2F-26
Golongan : Cere
Umur tanaman : 108 hari
Bentuk tanaman : Tegak
Tinggi tanaman : 106 cm
Anakan produktif: 18 malai

Warna kaki : Hijau
Warna batang : Hijau
Warna telinga daun : Putih
Warna lidah daun: Hijau
Warna daun : Hijau
Permukaan daun : Kasar
Posisi daun : Tegak
Daun bendera : Tegak
Bentuk gabah : Ramping
Warna gabah : Kuning bersih
Kerontokan : Sedang
Kerebahan :
Tekstur nasi : Pulen
Kadar amilosa :21,35%
Bobot 1000 butir : 27 g
Rata-rata produksi : 6,52 t/ha GKG
Potensi hasil : 8,80 t/ha GKG
Ketahanan terhadap Hama : Agak rentan terhadap hama Wereng Batang Coklat biotipe 1 dan 2 serta rentan terhadap biotipe3
Ketahanan terhadap penyakit : Tahan terhadap penyakit Hawar Daun Bakteri strain III, agak rentan terhadap strain IV dan VIII, tahan terhadap penyakit blas ras 133
Anjuran : Cocok untuk ditanam di ekosistem sawah tadah hujan dataran rendah sampai ketinggian 600 m dpl
Pemulia : Aan A.Daradjat, Bambang Suprihatno, M. Yamin Samaullah
Peneliti : Baehaki SE, Triny Sk, Suprihanto, Prihadi Wibowo, Anggiani Nasution, Rina Dirgahayu, AA Kamandalu, Akmal, Ali Imran, Zairin
Teknisi : Thoyib S Ma’aruf, Maman Suherman, Uan DS, Karmita, Meru, Suwarsa, Dede Munawar
Di lepas tahun : 2009

Sumber http://bbpadi.litbang.deptan.go.id/index.php/in/padi-inpara-dan-inpari/275-inpari-10/11

Oleh: penathl | Oktober 29, 2011

MENGENAL PADI INPARI-1O

CIRI-CIRI VARIETAS PADI INPARI-1O
Penulis : THL TANGERANG ( THL TBPP DEPTAN TANGERANG )

PADI INPARI 10
Asal persilangan : S487b-75/2*IR19661//2*IR64
Kelompok : ————————————–
Nomor Seleksi : S3382-2d-Pn-4-1
Golongan : Cere
Umur tanaman : 108-116 hari
Bentuk tanaman : Tegak
Tinggi tanaman : 100-120 cm
Anakan produktif: 17-25 batang

Warna kaki : Hijau
Warna batang : Hijau
Warna telinga daun : Putih
Warna lidah daun : Putih
Warna daun : Hijau
Permukaan daun : Kasar
Posisi daun : Tegak
Daun bendera : Tegak
Bentuk gabah : Ramping panjang
Warna gabah : Kuning bersih
Kerontokan : Sedang
Kerebahan :
Tekstur nasi : Pulen
Kadar amilosa : 22%
Bobot 1000 butir : 27,7± 0,76 g
Rata-rata produksi : 5,08 t/ha GKG
Potensi hasil : 7,00 t/ha GKG

Ketahanan terhadap Hama : Agak tahan terhadap wereng coklat biotipe 1 dan 2
Ketahanan terhadap penyakit : Agak tahan terhadap bakteri hawar daun strain III dan agak rentan strain IV dan rentan terhadap virus tungro varian 013, 031 dan 131
Anjuran : Dapat ditanam pada musim hujan dan kemarau serta baik ditanam pada lahan sawah dengan sistem irigasi berselang 5-7 hari sekali
Pemulia : Z.A. Simanulang, Nafisah, Atito D, Idris Hadade, AA.Daradjat, Bambang Suprihatno dan M.Yamin Samaullah
Peneliti : Triny Sk, Didik Harnowo, Didiek Setiobudi
Teknisi : Thoyib S Maaruf, Yahya, Holil, Suwarsa, Maman Suherman, Karmita, Abd. Rauf Serry, Amirudin Manrapi
Di lepas tahun : 2009

Oleh: penathl | Oktober 29, 2011

MENGENAL PADI INPARI 13

PADI INPARI 13
Penulis : THL TANGERANG ( THL TBPP DEPTAN TANGERANG )

Hallo, kenalkan nama AKU adalah Padi Inpari 13

Aku ini termasuk katagori padi sawah. Aku dilepaskan oleh BB PADI yang dikelola pemerintah untuk umum sekitar tahun 2009. Kamu tau apa itu INPARI? Inpari adalah singkatan dari Inbrida Padi sawah Irigasi. Inpari itu ada banyak dari 1 – 13. Untuk saat ini aku adalah si bungsu dari 13 saudara.

Untuk mengenal diriku sebagai padi INPARI 13, aku mulai dari benih dulu ya. Benihku ( baca gabah ) panjang ramping dengan warna kuning bersih. Bila aku dikumpulkan bersama 999 temanku maka beratku sekitar 25,2 gram saja.

Umurku sekitar 103 hari. Dihitung dari diriku jadi benih kemudian disebar ditempat persemaian sampai diriku dipanen. Umurku termasuk genjah (umur pendek) dibandingkan kakak-kakak saya sebelumnya seperti ciherang dan IR 64. Mereka berdua bisa berumur sekitar 115 hari.

Tinggi aku bisa mencapai 101 cm dengan bentuk postur tubuhku yang tegak. Permukaan daunku kasar dengan posisi daun tegak. Untuk daun bendera punya aku agak terkulai. Warna batang tanamanku termasuk hijau warnah.

Untuk masalah ketahanan terhadap hama dan penyakit, aku direkayasa dengn baik. Untuk hama, aku tahan terhadap hama Wereng Batang Coklat Biotipe 1,2 dan 3. Sedangkan untuk penyakit, aku tahan tahan terhadap penyakit blas ras 033 dan agak tahan terhadap ras 133, 073 dan 173 tetapi aku agak rentan terhadap penyakit Hawar Daun Bakteri strain III, IV dan VIII.

Orang bilang sih, rasa nasiku pulen. Apalagi potensi produksi dari gabahku bisa mencapai 8 ton GKG, tetapi rata-rata aku dipanen dengan hasil 6,59 ton GKG. Makanya aku pada tahun-tahun terakhir ini dianjurkan oleh pemerintah untuk ditanam.

Itulah sekilas tentang diriku, tetapi sebelumnya aku ucapkan terima kasih kepada para pemulia dan para peneliti. Dengan bantuan merekalah saya bisa dihasilkan. Bila saya ditanam di seluruh indonesia dan hasilnya banyak. Maka pihak-pihak yang berperan dalam hal ini akan mendapat pahala dari Tuhan Semesta Alam karena kebaikannya. Semoga….

Oleh: penathl | Oktober 29, 2011

PEMUPUKAN BAGI TANAMAN PADI

PEMUPUKAN YANG TEPAT BAGI TANAMAN PADI
Penulis : THL TANGERANG ( THL TBPP DEPTAN TANGERANG )

Untuk memahami pemupukan bagi tanaman padi, kita harus mengetahui umur tanaman padi terlebih dahulu. Sekarang ini banyak varietas padi yang dilepas pemerintah berumur genjah. Contoh, Inpari 10 dan 13 berumur 105 dan 103 hari.
Tetapi untuk padi ciherang dan IR 64 umumnya berumur 115 hari.

Dengan melihat 2 kondisi ini saja, kita akan kesulitan untuk menentukan kapan waktu pemupukan yang tepat bagi keduanya.

Kalau saya pribadi, untuk menentukan kapan tanaman padi dipupuk dilihat dari fase-fase tumbuhnya tanaman padi.

Saya ambil contoh padi ciherang yang berumur 115 hari. Biasanya pembagian fase-fase ini adalah sbb :
– persemaian 20 hari
– fase vegetatif 55 hst
– fase generatif reproduktif 56-85 hst
– fase generatif pematangan 85-100 hst

Sewaktu bibit pindah tanam, bibit perlu waktu 10-14 hst untuk dapat memperkokoh perakaran. Saat inilah, sebaiknya pemupukan pertama dilakukan. Sebab pada saat itu akan maksimal menyerap unsur hara. Waktu pemberian sebaiknya memperhatikan kondisi air. Sebaiknya sewaktu pemberian pupuk saat kondisi air lagi maacak-macak.

Sekitar pekan ke 3-4 hst ( 21-28 hst ) ditandai setelah para petani melakukan pengoyosan, saat inilah pemupukan ke 2 dilakukan. Pada kondisi ini tanaman dapat maksimal penyerap unsur hara yang diberikan. Pada kondisi ini, tanaman padi akan menghasilkan jumlah anakan yang maksimal ke depannya.

Umur 50 – 55 hst adalah peralihan dari fase vegetatif ke generatif. Dalam kondisi ini tanaman sedang membutuhkan nutrisi yang tinggi. Hal ini ditandai dengan keluarnya daun bendera atau malai padi akan keluar. Pada umur tersebut adalah saat yang tepat pemupukan tahap ke 3 disebarkan.

Jadi bila kita ingin melakukan pemupukan tanaman padi, lihatlah 3 kondisi yang saya sebutkan di atas. Saat itulah kondisi tanaman padi akan maksimal menyerap unsur hara yang kita berikan.

Oleh: penathl | Agustus 8, 2011

PANEN 9 TON GKP PER HEKTAR, JADI BERAS 4,87 TON

BILA PANEN 9 TON GKP PER HEKTAR, BERAPA TON JADI BERAS?

Penulis : PENA THL TANGERANG

PANEN PADISaat panen raya, ada petani yang dapat panen sebanyak 9 ton per hektar GKP ( Gabah Kering Panen ). Biasanya, selesai panen kadar air pada GKP sekitar 25%.

Nama petani yang panen itu, sebut saja Pak Yani. Tak berapa lama selesai panen, Pak Yani menjemur gabahnya sampai kering selama 2 hari.
Setelah ditimbang lagi, panennya sekarang tinggal 7,38 ton GKG ( Gabah Kering Giling ) dengan kadar air 14 %. Berarti gabah Pak Yani yang dijemur susut sekitar 18 %.

Seminggu kemudian, Pak Yani menggiling 7,38 ton GKG di penggilingan di dekat rumahnya. Selesai melakukan proses tersebut, jadilah beras yang sudah dikarungkan. Satu karung beras beratnya 50 kg. Setalah dihitung dan ditimbang diperoleh hasil 4,87 ton beras.
Ini berarti, randemen gabah kering giling pak Yani sekitar 66 %. Artinya dalam 100 kg GKG dihasilkan 66 kg beras.

Sepekan yang lalu, saya sempat bertanya pada pemilik pengilingan, harga beras saat ini berapa rupiah per kilo?. Dia jawab, “6.600 per kilo, pak mantri”. Memang, harga beras yang baru digiling relatif mahal sebab itu beras baru. Soal rasa, pastilah lebih enak di perut.

Dengan harga Rp. 6.600 per kilo, Pak Yani ingin menjual semua berasnya. Dengan demikian, dia akan mendapat uang sebesar 4870 kg x 6.600 = Rp. 32.142.000 atau 32,142 juta.

SEMOGA BERMANFAAT

Oleh: penathl | Agustus 8, 2011

DOSIS PUPUK UNTUK TANAMAN PADI PER HEKTAR

KEBUTUHAN PUPUK UNTUK TANAMAN PADI / HEKTAR

Penulis : PENA  THL TANGERANG

PUPUK NPK MAJEMUKSetiap tanaman membutuhkan makanan untuk kebutuhan hidupnya. Makanan bagi tanaman berupa pupuk. Pupuk yang akan saya bahas kali ini adalah pupuk anorganik atau pupuk buatan. Kalau kata sebagian petani, pupuk anorganik disebut pupuk pabrik.
Sesuai rekomendasi pemerintah, kebutuhan pupuk pada tanaman padi adalah 2 jenis. Pertama, pupuk kandang. Kebutuhan pupuk kandang 1-2 toh per hektar. Kedua, pupuk anorganik. Kebutuah pupuk ini, sesuai rekomendasi adalah 250 kg Urea, 100 kg TSP, dan 75 kg KCL. Bila kebutuhan pupuk diterapkan, hasil yang akan dipanen akan memuaskan para petani.

Masalah yang dihadapi petani, sewaktu mereka membutuhkan pupuk, pupuk-pupuk tersebut ( Urea, Sp-36 dan KCL) tidak ada di kios. Kalau pun ada, jumlahnya terbatas dengan harga mahal.
Oleh sebab itu, saya berusaha untuk membantu para petani ( bisa juga para PPL dan para THL ) untuk membuat perhitungan dengan cara mebandingkan pupuk lain ( pupuk tunggal atau majemuk ).

Sekarang, marilah kita hitung kadar masing-masing pupuk, 250 kg Urea, 100 kg TSP, dan 75 kg KCL
Dosis pupuk Urea 250 kg. Untuk Urea ( 46% kg N dalam 100 kg) berarti dalam 250 kg urea, ada 2,5 x 46 kg N = 115 kg N
Dosis pupuk TSP 100 kg. Untuk TSP ( 36 % kg P2O5 dalam 100 kg) berarti dalam 100 kg TSP, ada 1 x 36 kg P2O5 = 36 kg
Dosis pupuk KCL 75 kg. Untuk KCL ( 60% kg K2O dalam 100 kg) berarti dalam 75 kg urea, ada 0,75 x 75 kg K2O = 56,25 kg K2O

Jadi untuk tanaman padi, dosis pupuk yang diperlukan adalah 115 kg N, 36 kg P2O5 dan 56,25 K2O

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah menjelaskan perhitungan pupuk NPK Kujang. Dalam 100 kg pupuk NPK kujang (30:6:8) terdapat 65,22 kg Urea, 16,67 kg SP-36 dan 13,33 kg KCl. Kalau kita menggunakan dosis 400 kg ( 8 karung ), kandungannya sbb:
4 x 30 kg N = 120 kg N, atau setara 4 x 65,22 = 260,88 kg Urea,
4 x 6 kg P2O5 =24 kg P2O5, atau setara 4 x 16,67 = 66,68 kg SP-36 jadi kurang 33,32 kg
4 x 8 kg K2O = 32 kg K2O, atau setara1 4 x 13,33 = 53,32 kg KCl jadi kurang 31,68 kg

Artinya, dosis pada tanaman padi bila kita menggunakan NPK kujang dibutuhkan 400 kg + 33,32 kg SP-36 dan 31,68 kg KCL. Dengan konsekuensi pemakaian lebih 10,88 kg Urea

Di daerah tertentu, untuk mengganti dosis pupuk 250 kg Urea, 100 kg TSP, dan 75 kg KCL, petani diarahkan memakai dosis 300 kg NPK ponska dan 150 kg urea. Apakah perhitungan ini tepat?

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah menjelaskan perhitungan pupuk NPK Ponska. Jadi dalam 100 kg pupuk NPK Ponska ( 2 karung @ 50 kg ) terdapat 32,60 kg Urea, 41,67 kg SP-36 dan 25 kg KCl. Kalau dosis 300 kg, kita kalikan saja 3.
Urea 3 x 32,6 = 97,8 kg, SP-36 adalah 3 x 41,67 = 125 kg dan KCL 3 x 25 = 75 kg. Bila kita bandingkan dengan rekomendasi dosis pupuk untuk tanaman padi, memang mendekati tepat, hanya saja kelebihan pupuk SP-36 sebanyak 25 kg.

Oleh: penathl | Agustus 7, 2011

PUPUK TUNGGAL DAN PUPUK NPK MAJEMUK

MACAM-MACAM PUPUK TUNGGAL DAN MAJEMUK

PUPUK TUNGGAL dan MAJEMUK YANG ADA DI PASARAN
Penulis :  PENA THL TANGERANG

PUPUK TUNGGAL - UREA

PUPUK UREA

Pupuk tunggal adalah jenis pupuk yang mengandung 1 macam unsur hara saja didalam produknya. Biasanya berupa unsur hara makro primer, misalnya:
Urea ( 46 % Nitrogen )
SP-18 ( 18 % P2O5 )
SP-36 ( 36 % P2O5 )
TSP ( 46 % P2O5 )
KCL ( 60 % K2O)
ZA ( 21 % Nitrogen ) 24 % Sulfur ( disini sulfur bukan hara primer )

 

 

NPK MAJEMUK

NPK MAJEMUK

Pupuk Majemuk adalah jenis pupuk yang mengandung lebih dari 1 macam unsur hara saja didalam produknya. Biasanya berupa unsur hara makro primer, misalnya:
NPK Pelangi ( 20.10.10 )
NPK Kuda Laut ( 15.7.8 )
NPK Kujang ( 30.6.8 )
NPK Ponska ( 15.15.15 )
NPK Mutiara ( 16.16.16 )
NPK Mahkota ( 15 15.6 ) + 4 Sulfur
NPK MAHKOTA ( 12.12.17 ) + 2
NPK Kebomas ( 12.12.17 ) + 2
NPK Kebomas ( 15.15.6 ) + 4
NPK Pelangi ( 12.12.17 ) + 2
NPK Pelangi ( 15.15.6 ) + 4
Dll

Bila ada pabrik yang membuat pupuk NPK Anonim dengan komposisi 30 : 15 : 15, maka pupuk NPK ini adalah pupuk terbaik untuk tanaman padi yang pernah ada. Sebab kandungan hara NPK Anonim ini sangat tinggi.

Kalau saya hitung, kandungan :
Ureanya 100/46 x 100 kg = 65,22 kg
SP-36 100/36 x 100 kg = 41,67 kg
KCL 100/60 x 100 kg = 25 kg
Hanya diperlukan 300 kg NPK Anonim ini + 50 kg Urea untuk dosis tanaman padi 1 hektar

Oleh: penathl | Agustus 7, 2011

JERAMI PADI JANGAN DIBAKAR

PARA PETANI : JERAMI PADI JANGAN DIBAKAR

ANALISA KANDUNGAN KOMPOS JERAMI PADI

Jumpa lagi dengan Gerbang Pertanian. Ada yang harus saya informasikan kepada para petani padi Indonesia. Yaitu tentang analisa kandungan kompos jerami padi. Kompos jerami padi memiliki potensi hara yang sangat tinggi yang harus dimanfaatkan para petani Indonesia. Berikut ini hasil analisa kompos jerami padi yang dibuat dengan promi dengan waktu pengomposan 3 minggu:

JERAMI DIBALIKAN LAGI KE SAWAH

JERAMI

JERAMI

Rasio C/N 18,88
C 35,11%
N 1,86%
P2O5 0,21%
K2O 5,35%
Air 55%

Dari data di atas, per ton kompos jerami padi memiliki kandungan hara setara dengan 41,3kg urea, 5,8 kg SP36, dan 89,17kg KCl atau total 136,27 kg NPK .

Menurut Kim and Dale (2004) potensi jerami kurang lebih adalah 1,4 kali dari hasil panennya. Jadi kalau panennya (GKG) sekitar 6 ton per ha, jeraminya tinggal dikali dengan 1,4 yaitu 8,4 ton jerami per ha. Jika jerami ini dibuat kompos dan rendemen komposnya adalah 60%, maka dalam satu ha sawah dapat dihasilkan 5,04 ton kompos jerami padi.

Berarti dalam satu ha sawah akan menghasilkan 208,15 kg urea, 29,23 kg SP36, 449,42 KCl atau total 686,80 NPK dari kompos jerami padinya. Sebenarnya informasi ini bisa membuat lega untuk para petani padi kita karena mereka bisa menanam padi tanpa takut harga urea mahal. Yach…. menanam padi tanpa perlu menggunakan pupuk kimia yang menjadi impian semua petani.

Setelah kita mengetahui hasil analisa kandungan kompos jerami padi sudah pasti kita harus memanfaatkannya untuk mengurangi biaya budidaya padi kita dan ada yang lebih penting lagi yaitu untuk mengembalikan kesuburan tanah kita. Jangan hanya mengambil solusi yang serba praktis dan mudah dengan cara membakar jerami (maspary).

Sumber : http://www.gerbangpertanian.com/2011/07/analisa-kandungan-kompos-jerami-padi

Older Posts »

Kategori